Hello! Welcome to My Blog

I'm a college student. I still learning how to write a good articles and try to post it, to share to other people what i've been learned from my college.

Animal Husbandry

Profil Peternakan Unsyiah

Minggu, 25 Mei 2014

Sejarah Peternakan

Sejarah FKHP (Fakultas Kedokteran Hewan & Peternakan)
Ditengah optimisme bagi kemajuan Provinsi Aceh untuk menjadi penggerak pembangunan bangsa dari ujung utara pulau Sumatera, maka Pemerintah Daerah bersama-sama dengan Penguasa Perang Daerah Aceh (PEPERDA) pada tanggal 9 Januari 1960 membentuk Panitia Persiapan Pembangunan FKHP (Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan) dengan susunan sebagai berikut:
  
Ketua Umum
: Kolonel Syamaun Gaharu, Panglima Kodam I Iskandar Muda, Aceh.
Wakil Ketua Umum
: Ali Hasyimi, Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh
Seksi A

Ketua
: T. Sulaiman
Sekretaris
: Nazaruddin Noor
Anggota
: A. Gani Adam

  Ir. Mohd. Thaher

  A. Aziz Ibrahim

  T. Ali Kereukon

  Ibnoe Saadan

  T. Sulaiman Polem
Seksi B

Ketua
: drh. R. M. Soedjono Ronowinoto, Kepala Dinas Kehewanan Prop. Daerah Istimewa Aceh.
Sekretaris
: Anwar
Anggota
: dr. Zainal Abidin

  dr. Soegianto Kartowigoeno

  Ir. Achmad Soedarsan

  dr. Sajid Warsito

  Dr. T. Iskandar

  Mayor Eddy Murthy, SH


Panitia ini bertugas untuk mempersiapkan keperluan-keperluan yang berhubungan dengan pendirian FKHP, seperti mencari tenaga pengajar, mengadakan pendekatan dengan FKHP / FKH lain yang ada di Indonesia, menghubungi menteri P.P. dan K, serta menyediakan perumahan untuk calon tenaga pengajar.
Panitia mengirimkan delegasi yang terdiri dari drh. R. M. Soedjono Ronowinoto, dr. R. Soegianto Kartowigoeno, Ir. Achmad Soedarsan dan Anwar untuk mengadakan pembicaraan dengan Kepala Biro Koordinasi Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan maupun dengan Menteri P.P. dan K, yang berkisar pada pembiayaan dan dosen.

Syarat-syarat yang diperlukan untuk pendirian FKHP
Menteri P.P. dan K. Membentuk Komisi Teknis Departemen P.P. dan K. yang terdiri dari Drs. M. A. Gani dari Biro Koordinasi Perguruan Tinggi (sebagai Ketua) drh. M. Farichin Sumintawidjaja dari FKHP Universitas Gajah Mada (sebagai Wakil Ketua) dan drh. Kridarso Budi Prajitno dari FKHP Universitas Gajah Mada (sebagai Sekretaris).
Pada tanggal 11 Juli 1960 bertempat di ruangan Kantor Dinas Kehewanan Daerah Istimewa Aceh dilangsungkan rapat antara Panitia Persiapan Pendirian FKHP dengan Komisi Teknis Departemen P.P. dan K. Dalam rapat tersebut Ketua Komisi Teknis Departemen P.P. dan K., Drs. M. A. Gani menguraikan sejarah singkat terbentuknya Komisi Teknis dan Tugas Komisi dalam melakukan peninjauannya tentang persiapan pembukaan fakultas tersebut. Tugasnya mengumpulkan bahan-bahan untuk disampaikan kepada Menteri P.P. dan K. Komisi Teknis ini mendapat dukungan moral dan bantuan material dari Universitas Gajah Mada.
Setelah Komisi Teknis Departemen P.P. dan K. melaporkan hasil-hasil pengamatannya kepada Menteri P.P. dan K., kemudian Menteri P.P. dan K. mengirimkan kawat kepada Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh selaku Wakil Ketua Panitia Persiapan Pendirian FKHP yang menyatakan fakultas tersebut dapat dibuka di Banda Aceh pada tanggal 10 October 1960 di Kota Pelajar/Mahasiswa Darussalam. Kemudian Menteri P.P. dan K. mengeluarkan Surat Keputusan No. 79966/UU, tanggal 17 October 1960 tentang Pendirian FKHP sebagai suatu bagian dari Universitas Sumatera Utara, Medan.
Pada tanggal 17 Oktober 1960 , di Aula Fakultas Ekonomi Darussalam Banda Aceh dilangsungkan upacara Peresmian Pembukaan FKHP yang dihadiri oleh Direktur Jendral Direktorat Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Soegiono D. Poesponegoro mewakili Menteri P.P. dan K. Turut hadir dalam upacara tersebut antara lain Presiden Universitas Sumatera Utara Prof. dr. A. Sofyan, beberapa Dekan Fakultas-Fakultas Universitas Sumatera Utara, anggota-anggota
Panitia Persiapan Pendirian FKHP serta pembesar-pembesar sipil, militer dan kepolisian, calon mahasiswa dan para undangan. Pada upacara tersebut ditanda tangani “Piagam” FKHP atas nama Menteri P.P. dan K. oleh Prof. Dr. R. Soegiono D. Poesponegoro dan pemakaian kalung jabatan kepada Pejabat Dekan Fakultas tersebut, drh. R. M. Soedjono Ronowinoto yang dilakukan oleh Presiden Universitas Sumatera Utara, Prof. dr. A. Sofyan.
Kuliah pertama dimulai pada tanggal 7 Nopember 1960 dengan jumlah mahasiswa terdaftar sebanyak 62 orang. Untuk kelancaran jalannya fakultas, maka untuk sementara sebagai Sekretaris Fakultas dijabat oleh drh. Hasan Zaini. Tenaga pengajar waktu itu sebahagian besar berstatus dosen luar biasa.
Pada tanggal 28 Juni 1961 Menteri PTIP mengeluarkan Surat Keputusan bahwa drh. R. M. Soedjono Ronowinoto bertindak sebagai Acting Dekan, dengan SK. No. 39234/C/III/PTIP, dan Sekretaris Fakultas dijabat oleh drh. Farichin Soemintawidjaja dengan penetapan Dirjen Pendidikan Tinggi No. 1741/4/DPT/61, tanggal 1 Juni 1961.
Dengan direalisirnya pendirian Universitas Syiah Kuala di Darussalam Banda Aceh berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP No. 11/1961 tanggal 21 Juni 1961, yang peresmiannya dilakukan oleh Presiden Republik Insonesia, Ir. Soekarno, dan Menteri PTIP pada tanggal 27 April 1962, maka FKHP diintegrasikan ke dalam Universitas Syiah Kuala. Upacara serah terima dilakukan pada tanggal 30 November 1961.
Tidak lama setelah penyerahan itu, Pimpinan FKHP dipercayakan kepada Drs. Soebagio Sapoetro (Perwira Staf Peperda Aceh). Kemudian berhubung kepindahan beliau ke Jakarta dalam bulan Mei 1962 maka jabatan pimpinan fakultas dialihkan kepada drh. Abdullah Ali yang juga merangkap sebagai Sekretaris Fakultas.
Tujuah FKHP adalah mendidik mahasiswa agar menjadi sarjana yang mempunyai keahlian dibidang kedokteran hewan dan peternakan, berdedikasi serta mampu berdiri sendiri dalam membina dan membangun ilmu pengetahuan untuk tujuan pembangunan. Oleh karena itu, sifat pendidikan dan pengajaran yang ada harus dinamis yang selalu melihat kepentingan daerah dan senada dengan derap langkah pembangunan nasional. Dengan demikian revisi kurikulum haruslah merupakan proses yang terus menerus setiap pendidikan tinggi.
Pada tahun awal pendiriannya sampai tahun 1968 Fakultas ini menghasilkan dokter hewan yang juga ahli peternakan. Setelah dirasakan pengetahuan yang dimiliki oleh lulusan belum memadai. Pada tahun 1968 FKHP memberanikan diri membuka Jurusan Kedokteran Hewan dan Jurusan Peternakan. Pembagian jurusan ini dilakukan pada tahun ketiga pendidikan. Dengan demikian sejak tahun 1968 pada tingkat tiga terdapat Jurusan Kedokteran Hewan dan Jurusan Peternakan.
Pada tahun 1980 dilakukan peninjauan kurikulum yang sedang berjalan, termasuk pembagian jurusan. Sejak tahun akademi 1981/1982 Jurusan Kedokteran Hewan dan Jurusan Peternakan telah dimulai sejak mahasiswa mulai mengikuti kuliah pada semester pertama. Pembagian jurusan sejak awal tahun kuliah ini berlangsung sampai tahun 1985.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri P dan K Nomor 1312 tanggal 10 Oktober 1985 Jurusan Peternakan diintegrasikan ke dalam Fakultas Pertanian.

Kepemimpinan FKHP
Struktur organisasi FKHP/FKH Unsyiah pada lima periode awal masih sederhana sekali. Pada periode pertama (1960-1961), pimpinan fakultas dijabat oleh drh. R. M. Soedjono Ronowinoto yang ditetapkan oleh Menteri PTIP berdasarkan Surat Keputusan No. 3934/C/III/PTIP/61, tanggal 28 Juni 1961 dan Sekretaris Facultas ádalah drh. M. Farichin Soemintawidjaja yang ditunjuk berdasarkan surat penetapan Dirjen Pendidikan Tinggi No. 1741/4/DPT/61 tanggal 1 Juni 1961. Akan tetapi, berhubung beliau belum berada di Banda Aceh, untuk sementara tugas tersebut dijabat oleh drh. Hasan Zaini. Untuk jabatan Pembantu Dekan II dan Pembantu Dekan III belum dapat diisi berhubung kekurangan tenaga.
Pada Periode Kedua (1961-1962) terjadi dua kali pengalihan tugas pimpinan fakultas. Pertama, pengalihan tugas Dekan dari drh. R.M.Soedjono Ronowinoto kepada Drs. Soebagio Sapoetro, tidak lama setelah pelaksanaan integrasi FKHP/FKH ke dalam lingkungan Unsyiah dari Universitas Sumatera Utara. Sebagai Pembantu Dekan I/Sekretaris dijabat oleh drh. M. Farichin Soemintawidjaja/Drs. Soebagio Sapoetro. Kedua, pengalihan tugas Dekan dari Drs. Soebagio Sapoetro kepada drh. Abdullah Ali, berhubung kepindahan beliau ke Jakarta. Sebagai Pembantu Dekan I/Sekretaris Fakultas dijabat rangkap oleh Dekan. Jabatan Pembantu Dekan II dan Pembantu Dekan III masih belum terisi. Periode kepemimpinan ini berlanjut sampai dengan tahun 1963.
Periode keempat masa kedekanan FKHP/FKH dijabat oleh drh. Soemarmo, yang ditunjuk berdasarkan penetapan Menteri PTIP No. 7454/UP/II-64, tanggal 12 Agustus 1964. Pembantu Dekan I/Sekretaris dipercayakan kepada drh. Abdullah Ali, dan baru periode keempat ini jabatan Pembantu Dekan II terisi, untuk pertama kalinya yang dijabat oleh drh. M. Farichin Soemintawidjaja. Kepemimpinan ini berlanjut selama empat periode berturut-turut. Jabatan Pembantu Dekan III baru terisi pada periode keenam (1965-1969) yang pada waktu itu dijabat oleh drh. Soehartojo Hardjopranjoto. Berhubung kepindahan drh. M. Farichin Seomantawidjaja ke pulau Jawa, maka pada awal tahun 1969 jabatan Pembantu Dekan II dialih tugaskan kepada drh. Razali Sulaiman. Pada tahun 1970 drh. Soehartojo Hardjopranjoto mendapat tugas belajar ke Amerika, sehingga jabatan Pembantu Dekan III dipercayakan kepada drh. Damrin Lubis.
Pada periode kedelapan (1970-1972), pimpinan fakultas dijabat oleh drh. Abdullah Ali, M.Sc., yang pelantikannya dilakukan pada tanggal 30 Juni 1971. Jabatan Pembantu Dekan I, Pembantu Dekan II dan Pembantu Dekan III dijabat oleh drh. Noerjanto Wignjosusastro, M.Sc., Drs. Hasanuddin Husin dan Drs. Burhanuddin Salim, sampai masa kedekanan berakhir.
Bulan April 1975 dibentuk Panitia Pemilihan Dekan FKHP/FKH periode 1975-1977. Pada periode ini terpilih drh. Abdullah Ali, M. Sc. Sebagai Dekan, yang tidak lama lagi akan tiba di Banda Aceh dari Amerika Serikat. Dalam waktu menunggu kehadiran beliau, jabatan tersebut sementara dipegang oleh Rektor Universitas Syiah Kuala (Drs. Ibrahim Hasan, MBA) sedangkan tugas-tugas rutin Fakultas dilaksanakan oleh Pembantu-Pembantu Dekan periode kesembilan, yaitu dijabat oleh Drs. Burhanuddin Salim, Drs. Hasanuddin Husin dan Drs. Gunawan.
Pimpinan fakultas periode kesebelas dan keduabelas dijabat oleh Dr. Abdullah Ali, M. Sc. Pembantu-Pembantu Dekan untuk periode kesebelas (1977-1979) adalah drh. Damrin Lubis, M. Sc. Sebagai Pembantu Dekan I, Drs. Abdi A. Wahab sebagai Pembatu Dekan II dan drh. Djemaat Manan sebagai Pembatu Dekan III. Pada periode keduabelas (1979-1981) sebagai Pembantu Dekan I dijabat oleh drh. Razali Sulaiman, Drs. Abdi A. Wahab sebagai Pembantu Dekan II dan Drs. Tagor Siregar sebagai Pembantu Dekan III.
Dalam periode ketigabelas (1981-1984) pimpinan FKHP/FKH dijabat kembali oleh Dr. Noerjanto Wignjosusastro, M. Sc., dibantu oleh drh. Razali Sulaiman sebagai Pembantu Dekan I, drh. T. Iskandar sebagai Pembantu Dekan II dan Drs. Chaidir Yusuf sebagai Pembantu Dekan III.
Jabatan dekan periode keempatbelas (1984-1987) masih diteruskan oleh Dr. Noerjanto Wignjosusastro, M. Sc. Demikian juga dengan Pembantu Dekan I dan Pembantu Dekan II tidak mengalami pergantian, hanya jabatan Pembantu Dekan III ditimbang terimakan dari Drs. Chaidir Yusuf kepada Drs. Helmi MY.


Sejarah Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri P dan K Nomor 1312 tanggal 10 Oktober 1985 Jurusan Peternakan diintegrasikan ke dalam Fakultas Pertanian.
Fakultas Pertanian merupakan fakultas kelima di dalam lingkungan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), yang memiliki visi menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang unggul dan terkemuka dalam bidang pertanian di Indonesia pada tahun 2020. Misi Fakultas Pertanian Unsyiah adalah: (1) menyelenggarakan pendidikan berbasis kompetensi pertanian secara terpadu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia dan global, (2) mengembangkan riset-riset unggulan pertanian yang berpola keilmuan dan teknologi, berorientasi produk, dan berbasis pengabdian, (3) menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang pertanian yang tepat guna, (4) membentuk sivitas akademika yang profesional dan beretika serta mengembangkan atmosfir akademik yang kondusif, dinamis dan demokratis, (5) meningkatkan mutu manajemen dan sumber daya secara berkesinambungan, dan (6) menjalin dan meningkatkan kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan di tingkat lokal, nasional dan internasional.
Fakultas ini didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP (Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan) nomor 84/1964 tanggal 18 Agustus 1964. Fakultas Pertanian juga dibuka secara resmi oleh menteri PTIP dengan penandatanganan piagam di Darussalam – Banda Aceh, pada hari senin tanggal 16 Nopember 1964.
Pada awal aktivitasnya, baik aktivitas akademik maupun administrasi, masih menumpang di gedung Fakultas Teknik (yang kemudian menjadi gedung Fakultas Hukum, dan kini menjadi gedung unit-unit kegiatan mahasiswa). Pada tahun 1965, Fakultas Pertanian memperoleh sebuah gedung darurat untuk ruang kuliah, sedangkan gedung administrasi masih menggunakan beberapa ruang KDC (bagian dari gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan lama). Pada tahun 1975, untuk menampung mahasiswa yang jumlahnya semakin meningkat, Fakultas Pertanian diperkenankan memakai beberapa ruangan yang berada di Laboratorium Induk (yang sekarang adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) untuk dijadikan ruang kuliah.
Pada tahun 1979, Fakultas Pertanian telah memiliki beberapa gedung sendiri yang digunakan untuk ruang kuliah, ruang administrasi, kantor jurusan dan laboratorium, salah satu bangunannya digunakan untuk perpustakaan. Selain itu dilengkapi pula dengan dua buah rumah kaca dan kebun percobaan. Peresmian gedung-gedung dan fasilitas Fakultas Pertanian dilakukan pada tanggal 31 Desember 1979 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada saat itu, yaitu Dr. Daoed Yosoef. Selanjutnya pada tahun 1999, Fakultas Pertanian kembali mendapatkan seperangkat gedung baru beserta peralatan laboratoriumnya dari OECF (Overseas Economic Cooperation Fund), sebuah lembaga keuangan pemerintah Jepang. Peresmian gedung baru ini dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Yuwono Soedarsono. Selain itu Fakultas Pertanian juga dipercayai untuk mengelola 5 stasiun masing-masing organic farm, paddy farm, stasiun Ie Su`um, Bener Meriah, Lamno, serta farm peternakan.
Disamping sarana dan prasarana fisik, Fakultas Pertanian juga memiliki staf pengajar (dosen) dalam berbagai bidang keahlian. Pada awalnya Fakultas Pertanian hanya memiliki sejumlah staf pengajar luar biasa, namun saat ini (2011) Fakultas Pertanian telah memiliki 207 dosen (dengan 12 diantaranya adalah Profesor) lulusan universitas terkemuka di dalam dan di luar negeri, dengan berbagai bidang keahlian. Dari jumlah tersebut terdapat 67 orang dengan tingkat pendidikan S3, 112 orang S2, dan 28 orang S1.
Sebelum tahun 1979,  program pendidikan sarjana di Fakultas Pertanian Unsyiah ditempuh selama 5 tahun. Pada masa itu terdapat 5 tingkat pendidikan atau jenjang, yaitu: Persiapan, Sarjana Muda I, Sarjana Muda II, Sarjana I, dan Sarjana II. Sejak tahun 1979, dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 0124/U/1979 tanggal 8 Juni 1979, program pendidikan Sarjana di Fakultas Pertanian Unsyiah dapat ditempuh dalam masa 4 tahun, dengan menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS). Sampai dengan akhir semester genap tahun1984/1985, Fakultas Pertanian Unsyiah membagi masa 4 tahun tersebut kedalam 2 sub jenjang yaitu sub jenjang sarjana muda dengan beban studi 117 SKS dan sub jenjang sarjana dengan tambahan beban studi 34 SKS. Mulai tahun ajaran 1985/1986, sub jenjang sarjana muda dihapuskan, mengingat pada hakekatnya sarjana muda merupakan bagian yang utuh dari program sarjana. Pengalaman menunjukkan bahwa adanya sub jenjang sarjana muda ternyata agak menghambat kelancaran studi mahasiswa. Sehubungan dengan Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi nomor 28/DJ/Kep./1983 tanggal 27 April 1983, mulai tahun ajaran 1985/1986 diterapkan pula kurikulum baru sesuai dengan keputusan tersebut. Pada tahun 1996/1997 kurikulum yang berlaku di Fakultas Pertanian Unsyiah didasarkan kepada SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0411/U/1994 tentang kurikulum yang berlaku secara nasional untuk Program Sarjana Ilmu Pertanian. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang didasarkan pada SK Menteri Pendidikan Nasional nomor 045/U/2002, digunakan oleh Program Studi Agroteknologi pada tahun 2008 (bersamaan dengan pendiriannya) dan tahun 2009 oleh Program Studi Agribisnis, dan segera disusul oleh program studi lainnya.
Jenis dan jumlah jurusan pada Fakultas Pertanian Unsyiah sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 9534/O/1983 terdiri atas 4 jurusan. Jurusan-jurusan tersebut adalah: Budidaya Pertanian, Sosial Ekonomi Pertanian, Hama dan Penyakit Tumbuhan, dan Peternakan. Tiga belas tahun kemudian, sesuai dengan Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan nomor 207/DIKTI/Kep./1996, 4 jurusan di Fakultas Pertanian diubah lagi menjadi 5 program studi, yaitu Agronomi dan Ilmu Tanah (yang tadinya merupakan Jurusan Budidaya Pertanian), Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Sosial Ekonomi Pertanian (Agribisnis), dan Produksi Ternak. Setahun kemudian, berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Depdikbud nomor 04/Dikti/Kep/1997, Fakultas membuka 2 program studi baru, yaitu Teknologi Hasil Pertanian dan Teknik Pertanian. Pada tahun 2003 Fakultas Pertanian mulai menerima mahasiswa program diploma tiga (D III) yang terdiri atas program studi Manajemen Agribisnis dan Budidaya Peternakan guna memenuhi kebutuhan pasar akan tenaga kerja trampil. Pada tahun 2008, karena adanya perubahan paradigma pendidikan, Program Studi Agronomi, Ilmu Tanah, dan Hama dan Penyakit Tumbuhan di merger membentuk program studi baru, yaitu Agroteknologi. Saat ini Fakultas Pertanian Unsyiah memiliki 5 program studi tingkat sarjana (Agroteknologi, Agribisnis, Peternakan, Teknologi Hasil Pertanian, dan Teknik Pertanian), dan 2 program studi tingkat diploma 3 (Manajemen Agribisnis dan Budidaya Peternakan).
Struktur organisasi Fakultas Pertanian Unsyiah sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor. 0217/O/1982 terdiri atas: (a) Dekan, (b) Pembantu Dekan, (c) Jurusan/Program Studi, (d) Laboratorium, dan (e) Kelompok Pengajar (peer group). Pada tingkat Fakultas terdapat pula Senat Fakultas yang diketuai oleh dekan. Secara singkat periode pimpinan Fakultas Pertanian Unsyiah sejak pendiriannya hingga kini sebagai berikut:
  

(1964 – 1965)
: Drs. Marzuki Nyakman
(1965 – 1967)
: Drs. A. Madjid Ibrahim
(1968 – 1973)
: Ir. Ibrahim Ali
(1973 – 1975)
: Ir. Rasyid Saridin
(1975 – 1979)
: Ir. Kamarlis Karim, M.S.
(1979 – 1984)
: M. Nazir, Ph.D.
(1984 – 1991)
: Dr. Ir. Zainal Abidin Pian, M.S.
(1991 – 1996)
: Dr. Ir. Abdi A. Wahab, M.Sc.
(1996 – 2003)
: Ir. M. Jamil Ali, MS.
(2003 – 2007)
: Ir. Ismayani, M.S.
(2007 – 2012)
: Prof. Dr. Ir. Sufardi, M.S.
(2012 –        )
: Dr. Ir. Agussabti, M.Si



Visi Dan Misi Jurusan Peternakan

Visi
Menjadi pusat pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat yang handal di bidang peternakan di tingkat regional dan nasional serta menghasilkan sarjana peternakan yang berkualitas.
 
Misi
  1. Mengembangkan sumber daya manusia yang terampil dalam bidang peternakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di tingkat regional, nasional dan internasional.
  2. Mengembangkan riset murni (pure science) dan riset-riset terapan  (applied science) dalam bidang peternakan yang dibutuhkan bagi pengembangan ilmu dan teknologi serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  3. Mengkaji hasil-hasil riset yang telah dicapai dan menerapkan bagi kepentingan masyarakat dan perkembangan industri peternakan.

Tujuan
  1. Menghasilkan lulusan bidang peternakan yang berkualitas tinggi dan berdaya guna.
  2. Menghasilkan riset-riset yang berguna dalam pengembangan dan penemuan teknologi terbaru serta berguna dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  3. Menghasilkan karya-karya kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang peternakan yang berguna bagi masyarakat dan industri.
 
Sasaran
  1. Terwujudnya Sarjana Peternakan yang terampil dan berkualitas di tingkat nasional, regional dan internasional (Relevansi terhadap misi-1)
  2. Terciptanya riset-riset murni (pure research) dan riset-riset terapan (applied research) dalam bidang peternakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat (Relevansi terhadap misi-2).
  3. Terwujudnya hasil-hasil riset yang dapat diterapkan bagi kepentingan masyarakat dan perkembangan industri peternakan (Relevansi terhadap misi-3)
 
Motto
Mahasiswa Peternakan-Universitas Syiah Kuala, belajar mengasah ilmu dan menguasai teknologi, berwawasan luas serta kemandirian.
Lulusan Peternakan-Universitas Syiah Kuala, profesional di lapangan, berdaya saing tinggi dan mampu eksis dalam era global serta hadir untuk memberikan solusi dan manfaat bagi masyarakat.

Sumber: http://pet.unsyiah.ac.id/index.php/2012-12-11-01-58-34/sejarah
                http://pet.unsyiah.ac.id/index.php/2012-12-11-01-58-34/visi-misi-tujuan-sasaran

Keunggulan Sapi Aceh

Senin, 14 April 2014






Sapi Aceh merupakan salah satu rumpun sapi lokal Indonesia yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 2907/Kpts/OT.140/6/2011, yang mempunyai sebaran asli geografis di Provinsi Aceh yang dibudidayakan secara turun temurun. Sapi Aceh umumnya diternakkan oleh masyarakat sebagai penghasil daging.


sapi betina2
Selain itu juga sebagai ternak kerja, tabungan, budaya meugang dan peupok leumo (adu sapi). Beberapa ahli berpendapat bahwa Bos sundaicus merupakan biangnya sapi-sapi yang ada di Indonesia, berkembang dan mengalami persilangan berurutan dengan sapi Zebu yang dibawa oleh orang-orang Hindu. Sapi Aceh yang telah lama dipelihara rakyat merupakan jenis sapi Zebu tropis berasal Bos indicus (Salim, B. 1990).
Sapi Aceh yang dijumpai di beberapa kabupaten di Provinsi Aceh memiliki fisik lebih besar dari sapi Sumatera karena lebih banyak disilangkan dengan sapi Benggala (Zebu) Penampilan Produksi Berat Lahir Berat lahir pedet betina sapi Aceh 14,75 kg dan pedet jantan 15,9 kg dengan angka kelahiran rata-rata 65-85% Produksi Daging Berat karkas sapi Aceh jantan berkisar 129,9 kg dan sapi Aceh betina 109,8 kg. Sedangkan persentase karkas rata-rata 49-51%.
7 Keunggulan Sapi Aceh
1. Plasma nutfah
2. Adaptasi terhadap lingkungan tropis sangat baik
3. Kapabilitas terhadap pakan kualitas jelek
4. Relative tahan terhadap parasit internal dan ekternal
5. Produktivitas baik
6. Karkas 49-51% 7. Struktur daging memiliki jaringan lebih halus, padat dan lebih baik dari sapi Brahman & PO

POTENSI SAPI DI ACEH 
1. Populasi Sapi Perah
a. Tahun 2008 : 32 ekor, tahun 2009 : 35 ekor, tahun 2010 : 41 ekor, tahun 2011 : 31 ekor, dan tahun 2012 : 31 ekor

2. Populasi Sapi Potong

a. Tahun 2008 : 641.093 ekor, tahun 2009 : 669.996 ekor, tahun 2010 : 722.501 ekor, tahun 2011 : 462.840 ekor, dan tahun 2012 : 483.628 ekor

- Populasi Sapi tahun 2012 masih dalam angka sementara
PRODUKSI 2012 (EKOR)483.659
PRODUKSI 2011 (EKOR)462.871
PRODUKSI 2010 (EKOR)722.542
PRODUKSI 2009 (EKOR)670.031
PRODUKSI 2008 (EKOR)641.125

Sumber Data:
Statistik Pertanian 2012
Kementerian Pertanian
Jl. Harsono RM No 3 Gedung D Lantai 4, Ragunan Jakarta Selatan 12550
Telp 021-7807601
Fax 021-7807601

Updated: 30-9-2013
(http://regionalinvestment.bkpm.go.id/newsipid/id/commodityarea.php?ia=11&ic=69)

KOTA BANDA ACEH

Kota Banda Aceh adalah salah satu kota sekaligus ibu kota provinsi AcehIndonesia. Sebagai pusat pemerintahan, Banda Aceh menjadi pusat segala kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Letak astronomis Banda Aceh adalah 05°16' 15" - 05° 36' 16" Lintang Utara dan 95° 16' 15" - 95° 22' 35" Bujur Timur dengan tinggi rata-rata 0,80 meter diatas permukaan laut.


  • SEJARAH KOTA BANDA ACEH

Banda Aceh sebagai ibukota Kesultanan Aceh Darussalam berdiri pada abad ke-14. Kesultanan Aceh Darussalam dibangun di atas puing-puing kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha yang pernah ada sebelumnya, seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan Kerajaan Indrapura (Indrapuri). Dari batu nisan Sultan Firman Syah, salah seorang sultan yang pernah memerintah Kesultanan Aceh, didapat keterangan bahwa Kesultanan Aceh beribukota di Kutaraja (Banda Aceh). (H. Mohammad Said a, 1981:157).
Kemunculan Kesultanan Aceh Darussalam yang beribukota di Banda Aceh tidak lepas dari eksistensi Kerajaan Islam Lamuri. Pada akhir abad ke-15, dengan terjalinnya suatu hubungan baik dengan kerajaan tetangganya, maka pusat singgasana KerajaanLamuri dipindahkan ke Meukuta Alam (Rusdi Sufi & Agus Budi Wibowo a, 2006:72-73). Lokasi istana Meukuta Alam berada di wilayah Banda Aceh.

Gambar Kota Banda Aceh dari laut oleh François Valentijn (1724-1726)
Sultan Ali Mughayat Syah memerintah Kesultanan Aceh Darussalam yang beribukota diBanda Aceh, hanya selama 10 tahun. Menurut prasasti yang ditemukan dari batu nisan Sultan Ali Mughayat Syah, pemimpin pertama Kesultanan Aceh Darussalam ini meninggal dunia pada 12 Dzulhijah Tahun 936 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1530 Masehi. Kendati masa pemerintahan Sultan Mughayat Syah relatif singkat, namun ia berhasil membangun Banda Aceh sebagai pusat peradaban Islam di Asia Tenggara. Pada masa ini, Banda Aceh telah berevolusi menjadi salah satu kota pusat pertahanan yang ikut mengamankan jalur perdagangan maritim dan lalu lintas jemaah haji dari perompakan yang dilakukan armada Portugis.
Pada masa Sultan Iskandar MudaBanda Aceh tumbuh kembali sebagai pusat perdagangan maritim, khususnya untuk komoditas lada yang saat itu sangat tinggi permintaannya dari Eropa. Iskandar Muda menjadikan Banda Aceh sebagai taman dunia, yang dimulai dari komplek istana. Komplek istana Kesultanan Aceh juga dinamai Darud Dunya (Taman Dunia).
Pada masa agresi Belanda yang kedua, terjadi evakuasi besar-besaran pasukan Aceh keluar dari Banda Aceh yang kemudian dirayakan oleh Van Swieten dengan memproklamirkan jatuhnya kesultanan Aceh dan mengubah nama Banda Aceh menjadi Kuta Raja. Setelah masuk dalam pangkuan Pemerintah Republik Indonesia baru sejak 28 Desember 1962 nama kota ini kembali diganti menjadi Banda Aceh berdasarkan Keputusan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah bertanggal 9 Mei 1963 No. Des 52/1/43-43
Pada tanggal 26 Desember 2004, kota ini dilanda gelombang pasang tsunami yang diakibatkan oleh gempa 9,2 Skala Richter di Samudera Indonesia. Bencana ini menelan ratusan ribu jiwa penduduk dan menghancurkan lebih dari 60% bangunan kota ini. Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan Pemerintah Kota Banda Aceh, jumlah penduduk Kota Banda Aceh hingga akhir Mei 2012 adalah sebesar 248.727 jiwa.

  • PEMERINTAHAN

Kota Banda Aceh terdiri dari 9 Kecamatan, 17 Mukim, 70 Desa dan 20 Kelurahan. Walikota Banda Aceh yang sekarang adalah Mawardi Nurdin.[3] Ia terpilih dalam Pilkada pada 11 Desember 2006, yang berpasangan dengan Illiza Saaduddin Djamal (politisi Partai Persatuan Pembangunan). Sebelumnya, Mawardi yang merupakan Kepala Dinas Perkotaan dan Permukiman Kota Banda Aceh, juga pernah menjabat sebagai Pejabat Sementara (PjS) Walikota Banda Aceh yang dilantik Wakil Gubernur Aceh Azwar Abubakar pada 8 Februari2005. Pelantikan itu sesuai dengan keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.21/52/2005 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Walikota Banda Aceh. Mawardi Nurdin menjabat sebagai Walikota Banda Aceh setelah wali kota sebelumnya Syarifudin Latief dipastikan meninggal dunia akibat bencana tsunami. Dalam surat keputusan itu juga disebutkan masa menjabat sebagai PjS Walikota Banda Aceh paling lama enam bulan sejak pelantikan.

Pembagian administratif


Pembagian Wilayah Kecamatan di Kota Banda Aceh
Semula hanya ada 4 kecamatan di Kota Banda Aceh yaitu Meuraksa, Baiturrahman, Kuta Alam dan Syiah Kuala. Kemudian berkembang menjadi 9 kecamatan yaitu:
  1. Baiturrahman
  2. Banda Raya
  3. Jaya Baru
  4. Kuta Alam
  5. Kuta Raja
  6. Lueng Bata
  7. Meuraksa
  8. Syiah Kuala
  9. Ulee Kareng


  • PARAWISATA
Banda Aceh sebagai bekas ibukota kerajaan Islam terbesar di Nusantara memiliki banyak objek wisata sejarah. Objek wisata yang paling terkenal adalah Mesjid Raya Baiturrahman yang pertama kali didirikan pada abad ke-13 M dan terakhir kali dibangun ulang oleh Belandasetelah dibakar. Selain itu juga terdapat Taman Ghairah yang merupakan taman kerajaan yang di dalamnya terdapat bangunanGunongan yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda untuk permaisurinya Putroe Phang dari negeri Pahang.
Banda Aceh juga memiliki banyak objek wisata tsunami seperti kapal PLTD Apung yang terseret gelombang dari pelabuhan Ulee Lheuesampai ke Punge. Juga terdapat kapal nelayan yang tersangkut di atas rumah di Lam Pulo. Untuk memperingati musibah tsunami tersebut telah dibangun Museum Tsunami Aceh yang merekam semua catatan tentang peristiwa tersebut.(http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Banda_Aceh)

12 MITOS SALAH KAPRAH SEPUTAR KOMPUTER

Bertahun-tahun setelah diciptakannya komputer, ada banyak mitos yang beredar tentang perangkat elektronik satu ini. Mulai dari hal teknisnya sampai dengan pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. Mitos-mitos tersebut beredar secara meluas dan cepat seiring dengan perkembangan teknologi sekarang ini. Walaupun sudah ada penjelasan secara ilmiah dan teknis, namun tidak sedikit yang masih menganggap mitos tersebut benar.
Berikut mitos-mitos seputar komputer :
1. Screen saver wajib digunakan di semua komputer:

Awal penciptaan screen saver sendiri memang ditujukan untuk mengisi layar monitor yang hidup dengan beberapa gambar bergerak. Biasanya, screen saver ini muncul ketika dalam beberapa saat komputer tak melakukan kegiatan apapun atau dibiarkan begitu saja oleh penggunanya. Screen saver sendiri dihadirkan pertama kali ketika layar monitor saat itu yang masih menggunakan teknologi CRT. Dengan screen saver, maka monitor CRT bisa mencegah fosfor yang terkandung di dalamnya terbakar sia-sia sehingga merusak layar monitor tersebut. Namun mitos tersebut ternyata keliru, karena sekarang ini, teknologi CRT pada layar monitor sudah tidak digunakan lagi. Banyak produsen monitor saat ini lebih menggunakan LCD adan LED sebagai pengganti CRT. Dikarenakan LCD dan LED tidak lagi menggunakan fosfor, maka konsumsi listrik akan terbuang sia-sia apabila komputer menjalankan animasi screen saver.
2. Defrag HDD PC atau laptop buat performa PC lebih baik?:

Terkadang ada anggapan bahwa dengan melakukan defrag ke harddisk di PC atau laptop, maka akan dapat menambah performa mesin.
Menurut penjelasan di Pcadvisor.co.uk, memang akan ada perubahan dari sebelum dan sesudah proses defrag. Namun, hal tersebut tidak banyak membantu memperbaiki kinerja PC atau laptop apabila banyaknya file yang terdapat dalam satu partisi dan jumlah partisinya sendiri. Kinerja dan performa sebuah HDD dalam PC atau laptop akan sedikit meningkat setelah dilakukan proses defrag jika ada minimal 20 persen free space di dalamnya.
3. Magnet dapat hapus data di dalam HDD?:

Banyak beredar baik di forum sampai di dunia nyata mengenai anggapan serta informasi yang katakan bahwa dengan magnet berbahaya untuk perangkat penyimpanan data portable seperti flash drive (flashdisk), HDD portable, SD card, floppy disk (disket) atau juga HDD yang terdapat di sebuah laptop atau PC. Apabila magnet didekatkan ke perangkat penyimpanan data portable, maka akan dapat menghapus data-data di dalamnya. Dalam pengujian serta berdasarkan dari penjelasan dari beberapa pakar yang berkecimpung dalam hal yang sama seperti Linda M Schiro, VP Sales dari VS Security Product Ltd atau juga Renne Schafer, Director od Sales and Marketing dari Data Security Inc, menjelaskan bahwa dibutuhkan magnet yang memiliki tenaga benar-benar kuat untuk dapat menghapus data di dalam sebuah perangkat penyimpanan data.
Memang ada kemungkinan data di dalam sebuah perangkat penyimpanan data portable akan corrupt atau rusak ketika berdekatan dengan sebuah magnet (yang miliki daya tarik yang amat sangat kuat), namun tidak sampai menghapus data tersebut.
4. Shift+Delete dapat menghapus tanpa sisa data yang diingikan?:

Ada anggapan bahwa dengan menekan tombol Shift+Delete pada keyboard, maka data yang tersimpan di dalam HDD akan terhapus secara bersih dan permanen. Ternyata, hal tersebut adalah keliru karena semua data yang dihapus masih tersimpan di sebuah tempat yang dinamakan data block. Tempat tersebut berada di dalam HDD dan dapat diangkat kembali sewaktu-waktu dengan menggunakan cara dan program khusus tentunya.
5. Menggunakan Firewall dan anti-virus dapat lindungi PC secara penuh?:

Firewall dan anti-virus memang sejatinya diciptakan dengan fungsi untuk melindungi sebuah komputer dari serangan malware atau juga peretas. Namun, bukan berarti menggunakan keduanya maka PC dapat benar-benar aman. Kata aman di sini adalah ketika menggunakan keduanya, Anda juga harus tetap selalu melakukan update versi terbarunya untuk mengetahui isu keamanan apa yang paling anyar. Firewall dan anti-virus diciptakan hanyalah sebagai tembok awal sebuah rumah (komputer) saja. Keduanya juga hanya akan menangkal serangan dari ‘penjahat’ yang telah diketahui saja.
6. Membiarkan laptop dalam keadaan charging berbahaya?:

Salah satu kendala yang sering dialami oleh perangkat laptop adalah kerusakan baterai. Tidak sedikit yang menganggap bahwa meninggalkan laptop dalam keadaan ter-charge secara terus menerus akan merusak baterai. Namun anggapan tersebut sama sekali tidak benar. Dilansir dari Huffington Post, baterai laptop tidak akan rusak jika terus menerus dalam keadaan ter-charge, kecuali baterai laptop Anda tidak menggunakan jenis Lithium. Anggapan tersebut mungkin benar jika baterai laptop berbasis nikel. Namun kebanyakan perangkat elektronik dan mobile saat ini menggunakan baterai berbasis Lithium, yang tidak mudah rusak hanya karena sering berada dalam kondisi ter-charge.
7. Sering instal ulang komputer atau laptop berbahaya:

Sebagai pengguna perangkat PC atau laptop, kadang proses instal ulang OS tidak dapat dihindari. Namun benarkah jika proses instal ulang ini dapat membuat laptop atau PC cepat rusak? Sebenarnya, proses instal ulang sendiri merupakan proses yang menyangkut pergantian, pembaharuan software yang digunakan di perangkat PC ataupun laptop dengan berbagai tujuan. Biasanya pengguna laptop atau PC perlu untuk menginstal ulang perangkat mereka dikarenakan ingin menghapus infeksi virus yang tidak bisa disembuhkan melalui antivirus, mengganti OS lain atau yang lebih baru, ataupun menghapus tumpukan registry untuk mempercepat kinerja laptop. Langkah yang menyangkut masalah software ini tentunya tidak berdampak banyak pada hardware yang dibawa perangkat laptop ataupun PC, apalagi membuatnya cepat rusak.
8. Software terbaik itu yang berbayar?:

Banyak yang beranggapan bahwa untuk dapat menggunakan software terbaik dengan fitur mumpuni harus menggunakan software berbayar. Benarkah demikian? Jika kita hidup dan menggunakan komputer di tahun 90-an, mungkin pernyataan di atas bisa dibenarkan. Hal ini dikarenakan belum banyak vendor software yang menawarkan piranti lunak terbaik dengan cuma-cuma. Namun, kalau Anda berkaca pada masa sekarang ini, hampir semua software tersedia secara gratis. Baik itu operating system, software produktivitas (office), multimedia, hingga game. Malah, kebanyakan software gratis ini sekarang sudah mampu bersaing dengan software berbayar sekalipun. Hal ini bisa terjadi lantaran banyak orang di dunia turut mendukung perkembangan software-software gratisan tersebut.
9. Komputer lebih aman jika gunakan anti-virus lebih dari satu?:

Bagi seseorang yang sangat protektif terhadap komputer maupun laptop, terkadang mereka menggunakan dua anti virus yang berbeda di satu komputer. Namun hal tersebut sangat tidak disarankan. Ada tiga alasan mengapa menggunakan beberapa anti virus berbeda di satu perangkat komputer sangat tidak disarankan. Akan ada aksi ‘saling serang’ antaranti-virus, kedua perlakuan berbeda antaranti-virus terhadap sebuah virus dan yang ketiga adalah dengan memasang anti-virus lebih dari satu maka akan membebani kinerja komputer atau laptop itu sendiri. Berikut berita lengkap tentang mitos penggunaan multi anti-virus.
10. Layar monitor buat mata menjadi minus?:

Memang tidak sedikit yang akan membenarkan dan percaya dengan mitos beraktivitas atau menatap layar monitor dengan toleransi waktu yang sangat sering dan lama akan membuat mata menjadi minus dan berujung penggunaan kacamata khusus. Akan tetapi seorang profesor sekaligus Optometry dari Brisbane bernama Nathan Efron mengatakan bahwa tidak ada sangkutpautnya antara aktivitas di depan layar komputer dengan mata minus. Namun, Efron juga menegaskan bahwa hal tersebut berlaku bagi orang-orang dewasa. Bagi anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan, aktivitas mereka di depan layar monitor PC secara sering dan alam akan membuat mata mereka hanya akan lebih mudah mengidentifikasi barang atau obyek yang dekat saja dibandingkan yang jauh.
11. Komputer wajib dilengkapi dengan software optimalisasi RAM?:

Siapa tidak ingin memiliki perangkat komputer yang mampu berjalan dengan cepat? Pasti jawabnya semuanya ingin kan. Oleh karena itu selama bertahun-tahun semenjak internet dan komputer sudah menjadi satu hal yang mainstream, banyak perusahaan atau developer individu yang menciptakan software yang dapat mengoptimalkan Random-access memory (RAM). Mulai dari yang dijual dengan harga khusus sampai yang masuk dalam kategori gratisan juga sampai sekarang banyak ditemukan di internet. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya tanpa menggunakan software-software seperti itu, komputer berbasis produk dari Microsoft atau Windows sudah dapat menghandle semua permasalahan seputar RAM-nya. Permasalahan kenapa komputer menjadi lamban dan sebagainya itu karena pengguna PC jarang melakukan pemeriksaan, ‘bersih-bersih,’ sampai dengan update banyak software yang digunakannya.
12. Refresh desktop bisa percepat kinerja komputer?:

Sebagian besar pengguna Windows pastinya melakukan refresh desktop saat kinerja perangkat mereka tersendat. Namun, apakah metode ini efektif? Tercatat, memang hampir sebagian besar pengguna Windows mulai dari 95 hingga 8 saat ini melakukan cara tersebut saat komputer atau notebook mereka hang atau tersendat operasinya. Anehnya, entah datangnya dari mana, praktik yang tak jelas juntrungannya seperti ini pun subur hingga sekarang. Padahal, untuk diketahui, melakukan refresh di desktop tak akan mempercepat kinerja komputer atau notebook Anda. Hal ini dikarenakan fungsi refresh di desktop memang tak ditujukan untuk hal tersebut. Seperti yang dilansir oleh Instant Fundas (25/2/2008), fungsi tombol tersebut sebenarnya untuk memperbarui tampilan dari desktop itu sendiri. Jadi, ketika Anda mengubah tampilan desktop dan ternyata perubahan tak terjadi seketika itu juga, maka tinggal klik refresh untuk memperbarui tampilan desktop tersebut.(http://sorayamaricar.wordpress.com/2014/02/02/12-mitos-salah-kaprah-seputar-komputer/)(http://www.kaskus.co.id/thread/529fc40c108b46b5070000ba)

Jaringan Komputer & Internet

Kamis, 10 April 2014

Sejarah Jaringan Komputer
Sejarah jaringan komputer bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken.Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.
Kemudian ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer. Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri. Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969.Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Dan pada tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.
Ini adalah Model Time Sharing System(TSS)
Pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya setahun yang lalu untukARPANET. Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet).Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern.Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.
Peta logika dari ARPANET
Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET (User Network) pada tahun1979. Tahun 1981, France Telecom menciptakan sesuatu hal yang baru dengan meluncurkan telepon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelepon yang juga berhubungan dengan video link.
Seiring dengan bertambahnya komputer yang membentuk jaringan, dibutuhkan sebuah protokol resmi yang dapat diakui dan diterima oleh semua jaringan. Untuk itu, pada tahun 1982 dibentuk sebuah Transmission Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang kita kenal hingga saat ini. Sementara itu, di Eropa muncul sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET) yang meliputi wilayah Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia. Jaringan EUNET ini menyediakan jasa surat elektronik dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan Sistem Penamaan Domain ataudomain name system, yang kini kita kenal dengan DNS. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000komputer lebih. Pada 1987, jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10000 lebih.
Jaringan komputer terus berkembang pada tahun 1988, Jarkko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia menemukan sekaligus memperkenalkan Internet Relay Chat atau lebih dikenal dengan IRC yang memungkinkan dua orang atau lebih pengguna komputer dapat berinteraksi secara langsung dengan pengiriman pesan (Chatting ).Akibatnya, setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan melonjak 10 kali lipat. tak kurang dari 100000 komputer membentuk sebuah jaringan. Pertengahan tahun 1990merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee merancang sebuah programe penyunting dan penjelajah yang dapat menjelajai komputer yang satu dengan yang lainnya dengan membentuk jaringan. Programe inilah yang disebut Waring Wera Wanua atau World Wide Web.
Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer pada tahun 1992. Dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah).Dan pada tahun 1994, situs-situs di internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya berbelanja melalui internet atau virtual-shopping atau e-retailmuncul di situs. Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.(http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer)

SISTEM OPERASI(OS)

Biasanya, istilah Sistem Operasi sering ditujukan kepada semua perangkat lunak yang masuk dalam satu paket dengan sistem komputer sebelum aplikasi-aplikasi perangkat lunak terinstal. Sistem operasi adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan perangkat lunak aplikasi seperti program-program pengolah kata dan peramban web.
Secara umum, Sistem Operasi adalah perangkat lunak pada lapisan pertama yang ditempatkan pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan booting. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti untuk software-software itu. Layanan inti tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, penjadwalan tugas schedule task, dan antar-muka user GUI/CLI. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi.
Kalau sistem komputer terbagi dalam lapisan-lapisan, maka Sistem Operasi adalah penghubung antara lapisan hardware dengan lapisan software. Sistem Operasi melakukan semua tugas-tugas penting dalam komputer, dan menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara bersamaan dengan lancar. Sistem Operasi menjamin aplikasi lainnya dapat menggunakan memori, melakukan input dan output terhadap peralatan lain, dan memiliki akses kepada sistem berkas. Apabila beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi mengatur schedule yang tepat, sehingga sedapat mungkin semua proses yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan prosesor (CPU) serta tidak saling mengganggu.
Dalam banyak kasus, Sistem Operasi menyediakan suatu pustaka dari fungsi-fungsi standar, dimana aplikasi lain dapat memanggil fungsi-fungsi itu, sehingga dalam setiap pembuatan program baru, tidak perlu membuat fungsi-fungsi tersebut dari awal.
Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:
  • Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory
  • Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi
  • Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna
  • Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain
  • Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrolnya.
Sebagian Sistem Operasi hanya mengizinkan satu aplikasi saja yang berjalan pada satu waktu (misalnya DOS), tetapi sebagian besar Sistem Operasi baru mengizinkan beberapa aplikasi berjalan secara simultan pada waktu yang bersamaan. Sistem Operasi seperti ini disebut sebagai Multi-tasking Operating System (misalnya keluarga sistem operasi UNIX). Beberapa Sistem Operasi berukuran sangat besar dan kompleks, serta inputnya tergantung kepada input pengguna, sedangkan Sistem Operasi lainnya sangat kecil dan dibuat dengan asumsi bekerja tanpa intervensi manusia sama sekali. Tipe yang pertama sering disebut sebagai Desktop OS, sedangkan tipe kedua adalah Real-Time OS, contohnya adalah Windows, Linux, Free BSD, Solaris, palm, symbian, dan sebagainya.(http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_operasi)

Komputer & Sejarahnya

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut proedur/perintah yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Dalam arti seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang mengolahinformasi" atau "sistem pengolah informasi." Selama bertahun-tahun sudah ada beberapa arti yang berbeda dalam kata "komputer", dan beberapa kata yang berbeda tersebut sekarang disebut disebut sebagai komputer.
Kata computer secara umum pernah dipergunakan untuk mendefiniskan orang yang melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa mesin pembantu. Menurut Barnhart Concise Dictionary of Etymology, kata tersebut digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1646 sebagai kata untuk "orang yang menghitung" kemudian menjelang 1897 juga digunakan sebagai "alat hitung mekanis". Selama Perang Dunia II kata tersebut menunjuk kepada para pekerja wanita Amerika Serikatdan Inggris yang pekerjaannya menghitung jalan artileri perang dengan mesin hitung.
Charles Babbage mendesain salah satu mesin hitung pertama yang disebut mesin analitikal. Selain itu, berbagai alat mesin sederhana seperti slide rule juga sudah dapat dikatakan sebagai komputer.(http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer)